Rumah Kost No 39 – Kak Mila

Kisahku ini terjadi sekitar tahun 2000 yang lalu. Waktu itu aku berumur 20 tahun. Aku kost di daerah jakarta barat. Banyak sekali kisah lendirku sejak kost di situ. Inilah kisah pertamaku memperkosa perempuan.
Aku akan menceritakan semuanya satu persatu. Semua nama yang aku sebutkan adalah samaran. Mari kita mulai dari cerita tentang kak Mila.

Seperti biasa pagi itu aku bangun tidur jam setengah tujuh pagi untuk siap-siap berangkat kuliah. Kampusku ada di daerah grogol. Cukup jalan kaki dari kost sekitar 10 menit. Aku bangkit dari kasurku dan mengumpulkan nyawa. Kamar kost ku berada di lantai 2, kebetulan posisi kamarku paling pojok depan tepat diatas garasi. Kamarku paling jauh dari kamar lainnya. Sehingga dari balkon kamarku bisa melihat gerbang pagar di lantai bawah. Kuambil rokok diatas mejaku yang berada disamping ranjang, lalu aku membuka jendela kamarku yang berupa kaca nako, kubuka separuh, udara segar pagi masuk kamarku. Aku duduk di kursi menghadap meja, lalu membuka laci untuk mencari korek api. Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah kamarku. Lantai 2 di area kamarku terbuat dari kayu, sehingga sangat kentara bunyinya bila ada yang lewat. Kupikir pembantu kost yang akan mengambil baju kotor di ember depan kamarku. Oh ya, depan kamarku kebetulan area jemuran pakaian, banyak gantungan pakaian terbuat dari bambu panjang sekitar 5 meter beberapa buah, salah satunya menggantung di atas kusen jendela kamarku. di sampingnya ada banyak keranjang untuk baju yang sudah disetrika, dan ada dua buah meja setrika di ujung seberang kamarku. Rumah kost ku ini adalah kost campur, banyak penghuni wanitanya juga. Tak heran banyak bra dan celana dalam wanita yang dijemur di depan kamarku. Kadang tengah malam aku sering mencuri bra atau celana dalam untuk kupakai onani, dan biasanya setelah itu kukembalikan ke tempat jemuran pada posisi semula. Jumlah penghuni kost disini lumayan banyak. Total kamar sekitar 60. Masing-masing kamar untuk satu orang, namun ada yang dihuni sepasang kumpul kebo, ada satu pasang saja yang resmi suami istri, namanya pak anto dan bu siska, mereka berjualan makanan di kantin depan kost ku.

Ok, kembali ke kamarku. Aku masih mencari korek api untuk membakar rokok, kutemukan di lantai dan aku memungutnya, setelah aku bangkit dan melihat keluar jendela, ternyata ada seorang wanita hanya memakai handuk berwarna biru muda, dari belakang pantat menyembul indah, handuk itu cukup mini, karena hanya menggantung separuh paha. Dari sosoknya segera kukenali wanita itu. Ya.. dia adalah Mila, pegawai bank terkemuka. Umurnya 28 tahun. Dia penghuni kamar lantai yang sama denganku. Wajahnya mirip artis terkenal Ola Ramlan, hanya tubuhnya lebih pendek dan kulitnya lebih putih. Rambutnya yang masih basah menjuntai panjang hampir sepinggang. Wanginya tubuhnya sampai ke kamarku. Pagi itu benar-benar mendapat pemandangan indah.

Aku sampai lupa membakar rokok karena menikmati pemandangan itu. Kulihat Mila seperti sedang mencari sesuatu, mungkin seragam kerjanya. Ketika dia membungkuk mencari sesuatu di keranjang yang ada di lantai, handuknya naik keatas sehingga memperlihatkan paha bagian atas, sedikit lagi hampir kelihatan benda pusakanya. Kemudian dia membalikkan badan menuju arah kamarku, aku agak kaget dan was-was bila Mila melihatku. Ternyata dia mencari baju yang tergantung dekat jendela kamarku. Dan mungkin karena kamarku yang gelap, dia tidak memperhatikan bahwa aku sedang duduk dibalik jendela memandangi dia, karena sejak bangun tidur belum kunyalakan lampu kamar. Dia sibuk menyibakkan pakaian yang tergantung, lalu aku pikir apakah dia belum menemukan seragamnya.. lalu tiba-tiba aku tersentak kaget sendiri teringat bahwa semalam aku mencuri bra dan celana dalam yang belum kukembalikan semalam. Aku berpikir apakah mungkin dia mencari pakaian dalamnya, dan apa jangan-jangan bra dan celana dalam itu adalah milikknya, aku langsung menoleh ke arah ranjangku, masih ada bra dan celana dalam berenda warna hitam dengan motif bunga batik keemasan. Yah, mungkin Mila sedang mencari itu. Aku bingung dan panik. Namun aku mencoba tenang.

Sambil terus mengamati Mila, aku baru sadar buah dadanya menyembul indah dibalik lipatan handuk tepat dibelahan dadanya. Penisku mulai padat seketika. Aku merasa birahi memperhatikan kemolekan tubuh Mila dari tadi. Pikiranku mulai kotor, ingin rasanya menikmati tubuh Mila. Lamunanku mulai mesum membayangkan Mila kusetubuhi.
Kemudian aku bangkit dari tempat duduk menuju pintu kamar, aku membuka pintu dan berdiri menyandar di kusen pintu. Saat itu pula Mila terkejut dan grogi melihatku keluar kamar, mungkin dia tidak mengira ada orang di dalam kamar. ‘Eh Tom, baru bangun? Kirain dah berangkat kuliah..’ sapanya. Lalu aku mulai mengobrol;
‘Belum, hari ini kelasnya jam 9 pagi.. kak Mila belum berangkat kerja?’
Mila hanya tersenyum sambil sibuk mencari tumpukan baju bersih di keranjang samping jendela kamarku. ‘Iya, ini mau berangkat’.. jawabnya singkat.
‘Lagi nyari apaan kak? Seragam?’ Tanyaku.. dan dia hanya mengangguk. Kelihatannya dia agak risih dengan kondisinya yang hanya mengenakan handuk didepanku.
Ketika dia membalikkan baju-baju yang ada di keranjang, payudaranya sedikit terayun dibalik handuknya, aku terus mencuri pandang ke daerah sensitifnya, tanpa sadar penisku semakin tegang menyembul dibalik celana pendekku. Aku terbiasa tidur tanpa menggunakan celana dalam. Dan Mila memergokiku yang sedang melihat tubuhnya, dan dia melihat celanaku yang menyembul karena penisku. ‘Hayoo.. pagi-pagi udah ngeres ya’. Katanya. Aku kikuk dan malu, hanya cengengesan. Lalu Mila segera merapikan baju yang ada di keranjang, mungkin segera kembali ke kamarnya. Timbul niatku memperkosa Mila, birahiku semakin tinggi. Dan aku langsung mengajak ngobrol lagi agar Mila tetap bersamaku agak lama.
Tapi rupanya Mila, menyuruhku berangkat kuliah, dia mau kembali ke kamar dan berangkat kerja. Aku merasa tidak puas, birahi menguasai diriku. Langsung aja aku berkata, ‘kak Mila, mungkin itu punyamu’. Sambil kutunjuk bra dan celana dalam diatas ranjangku. Dia terheran dan penasaran, lalu dia mendekat ke pintu kamarku, aku mundur beberapa langkah agar Mila masuk ke kamarku, setelah dia berdiri tepat dipintu kamar, dia menoleh ke atas ranjangku, matanya memicing karena kamarku gelap, lalu dia masuk mendekat ke arah ranjang. Birahiku memuncak ketika Mila melewati diriku, wanginya merasuk jiwaku. Dia menuju ke arah ranjangku, dari belakang gerakan pantatnya sangat indah dibalik handuk. Tanpa pikir panjang kututup pintu kamar dan memeluk Mila dari belakang, sontak dia terkaget, ‘apa-apaan ini, Tommy… lepaskan aku, nanti aku teriak nih’. Ancamnya. Aku tidak perduli lagi, setan sudah merasukiku. Kudorong dia kearah ranjang sampai dia terjatuh dengan posisi berlutut di lantai, kedua tangannya menahan tubuhnya diatas kasurku. Lalu aku ikut berlutut dibelakangnya sambil kutempelkan penisku dipantatnya yang montok itu. Lalu sambil berbisik aku bilang, ‘jangan teriak kak.. please, aku pengen cium kamu sebentaar aja…’. Aku terus memuji kecantikan dia sambil kupeluk lagi dari belakang, dia berusaha meronta melepaskan tanganku dari tubuhnya. Dia mulai memelas, ‘Tom.. jangan gini dong sama kakak… please… ‘. Aku menekan punggungnya agar merebah dikasurku, posisinya membungkuk membelakangiku membuatku makin bernafsu, kugesekkan penisku dipantatnya walau terhalang celanaku dan handuknya. Tangan kiriku memgang lehernya dari belakang, dan aku mulai menurunkan celanaku dengan tangan kananku sampai penisku menyembul keluar. Kembali kugesekkan kepantatnya, penisku seperti mengeluarkan cairan bening di handuknya.

Seketika dia mulai memelas lagi ‘Tom… tolong dong jangan begini ah…’. Aku pura-pura tidak mendengar sambil terus kugesekkan penisku, pantatnya yang kenyal membuatku makin tidak tahan untuk menyetubuhinya. Lalu aku menundukkan wajahku tepat dipantatnya, kusingkap handuknya, terlihat bongkahan pantat ya yang putih mulus masih dibalut celana dalam tipis warna pink. Dia setengah berteriak, ‘eh.. Tom… gila!.. kamu mau apa…?’. Aku menarik turun celana dalamnya sampai paha, dan langsung kujilati vaginanya yang gemuk dan berbulu halus itu. Mila mau berontak tapi kurasakan dia juga ingin dicumbu. Lidahku kutusukkan kedalam vaginanya, dengan posisi yang membelakangiku dia berusaha meraih dan menjambak rambutku. Ketika kutusuk lidahku semakin dalam ke vaginanya dan kugerakan lidahku, spontan dia mendesis, ‘sshhh.. ah’. Aku kegirangan dalam hati, kupikir dia mulai terangsang. Tak lama kumainkan lidahku, vaginanya mulai basah. Aku semakin horny. Aku sebenarnya hanya pernah sekali ML, dengan pelacur di kota karena ajakan temanku. Aku membatin, gara-gara temankulah, aku menjadi bejat seperti ini. Tapi kupikir, ah peduli amat, aku ingin sekali menikmati tubuh kak Mila.

Beberapa menit setelah kujilati, aku kembali menggesekkan penisku di daerah terlarang itu. Pantatnya yang empuk membuatku makin menjadi gila. Ahhh enak banget bokongnyaa. Kenyal dan empuk sekalii. Kugesekkan terus dengan posisi yang seperti doggy style ini.. Mila hanya terdiam, tangannya berusaha meronta tapi terlihat menikmati. Mungkin dia merasa malu, risih tapi ada perasaan ingin diperlakukan seperti itu. Akhirnya mulailah kemasukkan kepala penisku ke vaginanya, saat mulai kepala penisku menerobos masuk, saat itu juga Mila seperti terdiam tanpa berontak sedikitpun. Rupanya dia juga menunggu penisku. Waktu mulai membenam semakin dalam ke vaginanya rasanya membuatku mabuk kepayang, penisku seperti dijepit daging lembut yang hangat sekali, cukup licin masuk kedalam. Alamaaakkkk, enak bangetttt. Aahh, nikmaat, dalam hatiku berseru. Penisku kudorong semakin dalam sehingga Mila mendesah, ‘Auhh…’.
Keadaan sudah diatas angin buatku. Terus kupacu penisku maju mundur sampai berbunyi tepukan antara pangkal penisku dengan pantatnya. Seperti yang kuduga, Mila sudah tidak perawan. Karena beberapa kali kulihat pacarnya kalau berkunjung ke kost selalu masuk ke kamarnya.
Setiap ku ayun penisku, terasa sensasi luar biasa. Teringat waktu aku ML dengan pelacur, rasanya tidak senikmat ini. Kali ini yang kusetubuhi adalah kak Mila yang cantik. Ahh.. benar-benar mabuk kepayang diriku. Vaginanya hangat sekali dan menjepit penisku dengan beberapa kedutan yang kurasakan. Ahh..

Mila beberapa kali mendesah, ‘ah.. auh.. uhh..’ seiring dengan sodokan penisku. Setelah beberapa menit kami mulai berkeringat, karena kamar kost ku tidak pakai AC, dan kipas angin sudah kumatikan sejak bangun tidur tadi. Setelah cukup puas dengan posisi ini, aku mencabut penisku dan kugotong Mila ke atas ranjang dengan posisi terlentang, kubuka handuknya. Ya ampuun.. buah dadanya yang putih mulus terlihat sedikit uratnya dan pentilnya yang berwarna cokelat muda cukup besar seukuran kacang atom, membuatku gemas. Kutindih tubuh Mila yang sudah terlentang dikasurku, dan kujilati pentil payudaranya, kukenyot bergantian yang sebelah kanan dan kiri. Dia memegang kepalaku serta menjambak rambutku sambil mendesis, ‘sshh.. ah’.
Ketika ku kenyot payudaranya yang sebelah kanan, tangan kiriku meremas payudara yang satunya. Wangi tubuhnya benar-benar enak sekali, sangat menggairahkan. Beberapa menit setelah kumainkan payudaranya, aku mulai mengarahkan penisku ke vaginanya. Kali ini kulihat Mila memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya kesamping sambil menggigit jari tangannya, sementara tangan satunya mencengkram seprei kasurku. Kakinya sudah mengangkang ,vaginanya pasrah menyambut kedatangan penisku. Saat kumasukkan penisku, vaginanya sudah semakin basah, sehingga sangat licin masuk ke vaginanya. Licin tapi daging vaginanya padat menjepit batang penisku. Aduh.. nikmat sekali.. segera kugenjot penisku hingga berkecipakan karena semakin basah. Kedua tanganku memegang pinggangnya yang mungil dan mulus. Posisi badanku tegap, aku dapat melihat tubuh Mila secara keseluruhan. Ya ampun.. cantik sekali Mila… tubuhnya putih mulus tanpa cacat, terlihat tahi lalat kecil di bagian perut atas dibawah payudara kanannya. Semakin kugenjot, payudaranya bergoyang indah sekali. Mila hanya menggigit jarinya dan menggumam terus. ‘Mmhhh… mmhh.. ‘. Semakin lama kepalanya menyamping kekanan, ke kiri, seperti kegelisahan dengan mata terus memejam. Kedua tangannya mencengkram sepreiku dengan kuat, kulihat jari tangannya yang mungil mulus, aku bergumam, beruntung sekali pacarnya. Lalu aku merebahkan badanku menindih tubuh Mila, payudaranya yang terjepit diantara tubuh kami terasa sangat lembut dan kenyal. Aku terus memompa penisku dengan kuat sambil kuciumi lehernya, sesekali berusaha mencium bibirnya, tapi Mila selalu memalingkan wajahnya, menghindari ciumanku. Ya sudahlah pikirku, kuciumi pipinya, kupingnya, wanginya benar-benar merasuk jiwaku. Bergetar hebat dadaku mencumbui wanita yang menurutku hampir sempurna ini.

Sekitar setengah jam di kamarku ini, kami berdua sudah bermandikan keringat, entah kenapa aku menjadi sangat bernafsu sekali dengan peluh ini. Aku terus mendesah.. ‘kak Mila, kamu cantik sekali… ahh.. kak Mila… enak banget memekmu’. Hampir tiba saat yang kutunggu, yaitu ejakulasiku, kedua tanganku disamping pinggang Mila menahan kasur untuk mengangkat menopang tubuhku. Pinggulku terus kuayun memompa penisku keluar masuk di vagina Mila. Aku semakin meracau, ‘ahh kak Mila.. enak.. ahh.. enak banget kak..’. Sementara Mila dari tadi menahan desahannya, kadang sesekali mendesah. ‘Mmhh.. mhh.. uhh… mmmh.’. Kuayun makin cepat penisku, payudaranya bergoyang semakin cepat pula. ‘Kak Mila.. aku mau keluar nih.. ahh..’. Tiba-tiba dia membelalakkan matanya kearahku berkata,’ Tom, jangan keluarin di dalem..’. Dia terus menatapku dengan galak. Ahh tatapannya menggairahkanku. Beberapa detik sebelum air maniku keluar, kucabut penisku dari vaginanya, dan kusemprotkan di atas perutnya, sekitar 5 kali semprotan tak ber arah, ada yang tumpah di pusarnya, ada yang dibawah payudaranya. Ohh, nikmat banget rasanya.. nafasku seperti terhenti ketika air maniku menyembur.

Setelah itu aku berdiri jalan menuju meja kamarku mengambil tissue diatas meja, kuambil beberapa lembar lalu kubersihkan air mani ku yang di atas perut Mila, lalu Mila merebut kotak tissue ditanganku dan mengelap sendiri perutnya, akupun membersihkan sisa air mani pada penisku. Kami berdua diam membisu, tak ada yang mulai bicara. Sambil membersihkan penisku yang mulai lembek, kulihat Mila sibuk membersihkan sisa air mani ku di tubuhnya. Aku terus memperhatikan dia, menunggu komentar atau apapun darinya. Namun dia hanya diam tidak melihatku sama sekali. Mungkin pikirku, dia kesal, marah, malu, atau apalah. Sampai dia selesai membersihkan tubuhnya, tissue bekasnya ditaruh diatas meja yang disamping ranjangku. Lalu dia berdiri mengambil handuknya membungkus tubuhnya sambil berjalan kearah pintu, dan keluar pergi dari kamarku.
Tidak berbicara, tidak melihatku sama sekali.. ah ya sudahlah pikirku. Aku siap-siap mengambil peralatan mandiku untuk siap-siap kuliah.

Aku berharap bisa bercumbu lagi dengan kak Mila di lain waktu….

The NEXT victim
http://127.0.0.1/showthread.php/1067374-Rumah-Kost-no-39-bu-Siska

Pencarian terkait:

mencuri bh untuk onani, sange gara gara liat daleman ibu di jemuran, xhamter kumpul kebo, cerita onani aku selalu mengenakan cd dan bra cewek, cerita nyolong bh untuk onani, xnxx sek ola ramlan, CERITA NGENTOT GARA2 NYURI CD, Cerita ngentot gara gara jemuran cd, cerita curi cd tante, ambil jemuran bra kost tetangga
Uncategorized