Mbah Gimah Pemilik Warung

Bagian 1

Sebut saja nama pemuda itu adalah Randy 25 tahun, 172/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi. Dialah pemeran utama dalam kisah ini… Dia ganteng dan manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang dia suka olah raga. Randy ini adalah mahasiswa di salah satu PTN di Jakarta, tepatnya di Jakarta Selatan. Iya, ia anak UI. Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya anak kuliahan pada umumnya nongkrong di mall baik itu saat kuliah lagi kosong maupun saat jam-jam kuliah.
Dari seringya dia nongkrong di mall…biasanya dia menghabiskan waktuku main di game zone yg ada di mall tsb. Dia berjumpa dengan teman-teman yg juga suka main game…anak-anak…dan juga orang-orang dewasa yg menemani anaknya bermain game. Siang itu seperti biasa Randy terlihat di Citos, mall yang ada di Cilandak itu.
Dan di situlah dia berkenalan dengan Selfi, seorang ibu rumah tangga yang berumur 48 tahun.wanita sedang mengantar anaknya bermain game. Dia mengenalnya ketika duduk setelah cukup jenuh bermain game. Wanita itu yang rupanya bosan juga menemani anaknya yang belum selesai bermain game lalu duduk di tempat duduk yang sama dengan tempat Randy duduk. kebetulan tempat duduk yang ada di lokasi tersebut sudah penuh semua.
Dia sempat terpana dengan bentuk tubuhnya. Wanita itu mengenakan gaun panjang semata kaki. Dan model pakaian yang sangat ngepas tersebut telah mencetak seluruh lekuk tubuhnya. Pinggul dan pantatnya sungguh besar. Padat. Dan busungan dadanya sungguh akan membuat lelaki manapun mengeluarkan ludah. Randy betul-betul terpesona…terpesona dengan daya tarik tubuhnya.. daya tarik seksual yang memantul dari tampilannya.
Sebenarnya sejak Randy bermain games tadi, perhatiannya terusik dengan hadirnya ibu Selfi ini. Ia sering mencuri lihat pada ibu setengah baya ini. Bahkan entah saling mengetahui atau tidak, pernah sangat sekilas mereka bertubrukan pandang. Akan tetapi hanya sebatas itu, dan hanya sekali saja.
Ketika wanita itu duduk, ia menyilangkan kaki. Dan terpampanglah betis yang putih, mulus, dan liat karena pakainnya memiliki belahan di sisi kaki.
Ketika wanita itu duduk, aroma wangi langsung menyerbu hidung pemuda itu. Dia sedang asyik menunduk BBM-an dengan teman walau ujung matanya selalu mengawasi. Wanita paruh baya itu menyapa,”..permisi duduk mas…!”
“Oh iya, silahkan bu, milik umum kok,”sahut Randy sambil tersenyum wajar. Eh, iya senyum juga… Lucu mungkin baginya mendengar sahutan Randy… Wangi yang berpendar dari sosknya mau gak mau mengusik keberadaan pemuda itu.
Setelah jeda sekitar 3 menit…
“Nunggu anaknya iya bu,”dia mencoba menetralkan aromanya.
“Hmm, iya, mas,”balasnya singkat. Iya memalingkan wajahnya pada pemuda itu. Ia memandang Randy sesaat. Nampaknya wanita itu mencoba memeriksa dan meneliti. Ada senyum dalam wajahnya…
“Anak-anak kalau belum coba semua games ga akan berhenti,”ujar pemuda itu mencoba berakrab ria. Dia tahu wanita tidak akan kabur dengan sikap ini, karena dia juga selalu wangi kalau ke kampus dan ke mana saja. Ibu ini pasti juga merasa aroma yang keluar dari tubuhku walau tidak seglamor aromanya, pikir Randy dalam hati. Itulah salah satu kunci memikat perempuan.
“Iya mas. Dari tadi keliling-keliling. Dah ada kali 2 jam-an,”balasnya.
“Iya bu. Namayanya juga anak-anak. Aku juga begitu barangkali dulu.”
Sungguh…. Dalam sesi pertama ini dia begitu kagum pada kemolekan tubuh ibu ini. Dia sering mencuri pandang dadanya yang busung ketika ia lengah dan mengalihkan pandangan ke arena games.
“Ping!
Tiba-tiba BB yang ada di tangan wanita itu berbunyi. Ia menunduk membaca, lalu sejurus kemudian ia tersenyum. Dan tiba-tiba tubuhnya bergoyang dan tangannya bergerak menutup mulut. Hhmm, pasti dapat BBM yang lucu, pikir Randy dalam hati.
“Hm, bagi-bagi dong lucunya,”cetus Randy ketika wanita itu selesai membaca. Ia menatap pemuda itu, dan nampaknya sisa kelucuan BBM masih tergambar di raut wajahnya.
“Mau?”wanita memandang dengan wajah sangat manja.
“Mau dong. Apa tuh yang lucu?”tanya Randy tersenyum sok penasaran.
Lalu wanita itu membaca isi BBM yang ternyata memang lucu. Hahaha, mau ga mau Randy juga tertawa… Lucu sekali… Lalu…
“Eh, maaf kirim dong ke aku bu. Aku mau kirim ke teman-teman,”kata Randy dengan wajah yang memang merasa terkesan dengan kelucuan BBM itu. Ibu Selfi wanita menatap. Tatapan yang wajar. Agak lama, wanita itu kembali membaca BBM nya… Nampaknya aku ga beruntung, pikirku Randy…
Tetapi…
“PIN nya mana?!” cetus Bu Selfi. Tangannya masih menutup mulut karena nampaknya wanita itu kembali membaca BBM yang lucu itu. Yesss, pikir Randy. Tanpa berlama-lama dia mendiktekan PIN-nya. Lalu…
“Ping!” Yes… BBM yang lucu tadi telah di kirim ke BB pemuda yang beruntung itu. Tapi yang penting adalah dia telah mendapat PIN ibu yang aduhai-semlohay ini.
Setelah sesi ini, semua berjalan lancar….Wanita itu memberitahu namanya, umurnya, alamatnya, nama anaknya yang sedang bermain games… Dan Randy juga… Dan pemuda itu menciptakan sesi ini dengan suasana yang sangat besahabat tanpa pretensi apa-apa… Wanita itu dalah seorang ibu rumah tangga beranak dua (cewek 1 cowok 1)… Anak cewek kelas 2 SMP anak cowok yang sedang bemain games umur 10 tahun… Suaminya, Untarto Suroto, yang berumur 52 tahun adalah seorang pejabat menengah di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral… Dan saat ini suaminya sedang ke Sulawesi Selatan… Mereka asli berasal dari Yogyakarta…
Sesaat wanita itu menghampiri anaknya… Tapi sang anak nampkanya masih belum mau berhenti… Ia pun kembali pada Randy…
Sesi selanjutnya… Cerita-cerita mengalir… Kebanyakan topik umum dan juga tentang susana kampus di mana pemuda itu kuliah… Ketika Ibu Selfi mengetahui bahwa Randy kuliah di PTN bergengsi se-Indonesia wanita itu nampaknya langsung makin akrab saja dengan kehadiran Randy. Dan wanita itu pun juga bercerita tentang dulu waktu kuliah..
Lalu Randy mencoba satu hal…
“Eh, boleh foto dong…?”ia meminta pada wanita di depannya itu.
Ibu Selfi memandangnya dengan dengan senyum yang kalem menjurus keibuan. Pemuda itu inisiatip merapatkan tubuh padanya, tetapi tidak sampai bersentuhan, sambil menjauhkan BB untuk mengambil foto… Dan selanjutnya mereka berfoto sebanyak 5 kali… HHmmm…mantap, piker Randy…
Selajutnya mereka saling berbagi alamat Facebook… Request dan accept!
Dan akhirnya semua sesi itu selesai dengan wajar… Pemuda itu memang seorang ahli… Anak Ibu Selfi akhirnya datang… Mereka saling lempar senyum biasa… Wanita itu pamit duluan…
Sepuluh menit setelah wanita itu menghilang Randy mengirim BBM padanya…
“Iya sama-sama. Makasih,”wanita itu membalas BBM ketika Randy bilang ‘hati-hati di jalan bu’.
Beberapa hari kemudian dia rutin mengirim BBM lucu pada ibu paruh baya yang baru dikenalnya itu dan dibalas dengan sukses. Wanita itu mengatakan berbagai BBM lucu yang dikirim pemuda itu sangatlah lucu… Bahkan pernah Ibu Selfi menelepon ketika Randy menceritakan bahwa dia sedang di ruang kuliah dan dosennya sangat lucu tampilannya, bahasa, dan pakaiannya… Wanita itu mengaku terpingkal-pingkal dengan kelucuan BBM kiriman Randy… Akan tetapi lalu dengan satu langkah menentukan ia segera meminta wanita itu jangan menelepon sekarang karena kuliah sedang berlangsung… Itulah langkah yang dianggap Randy sangat menetukan karena dengan cara itu dia akan menimbulkan kesan bahwa dia tidak sedang menggoda kesendirian perempuan paruh baya itu..
Berdasarkan cerita-cerita yang mereka saling beritahu, dalam kesehariannya memang Ibu Selfi ini selalu sendirian di rumah sejak dari anak-anak dan suaminya berangkat pagi-pagi hingga siang hari pukul 13.00 WIB, ketika ia menjemput anaknya yang paling kecil. Ada dua orang wanita pembantu. Tetapi mereka bukanlah teman yang tepat untuk bergosip. Apalagi Ibu Selfi ini juga adalah seorang sarjana.
Dan Randy memang hanya kirim BBM atau SMS padanya di jam-jam kerja karena dia yakin suaminya tidak ada di rumah pada jam-jam kerja… Tidak pernah ada dalam kehidupan Randy hadir seorang pacar yang usianya lebih tinggi… Ia hanya berpacaran dengan anak-anak SMU yang selalu ngiler melihat anak kuliahan… Dan kini, ia dengan sadar sedang pendekatan dengan istri orang! Kadang Randy terbersit, akan tetapi lalu pikiran nakalnyalah yang ambil peranan…!
Sebenarnya Randy berasal dari keluarga yang baik. Keluarga besarnya tinggal di Citeureup Kabupaten Bogor. Kakeknya merantau ke Jakarta dari Palembang sebagai seorang tentara. Ketika pensiun sang kakek membuka usaha pencetakan batako yang menyuplai proyek-proyek kecil di Angkatan Darat. Dan sekarang usaha tersebut dilanjutkan ayahnya di Citeureup dengan berbagai diversifikasi yang maju. Keluarganya juga membuka toko material yang cukup besar di Jalan raya Cibinong. Dan oleh ayahnya, Randy dibelikan sebuah rumah Type 36 di sebuah perumahan di Depok serta Isuzu Panther sebagai kendaraan ke kampus. Akan tetapi Randy menjual Panther tersebut dan mengganti dengan sepeda Motor Tiger. “Di mana-mana macet. Bisa telat terus ke kampus kalau pakai mobil,”begitu alasan Randy ketika ia mengirimkan uang sisa penjualan Panther pada Ibunya.
BBM-an antara dua insan beda usia itu berlangsung baik dan interaktif… Berhari-demi-hari… Berhari-demi-hari … Terus begitu… Mereka bercerita hal-hal lucu… Kiat-kiat hidup… Sinetron yang amburadul… Politik… Lagu-lagu… Filem… Dan banyak lagi… Mereka pernah dua kali lagi bertemu di Citos, akan tetapi pertemuan itu hanya seperti pertemuan pertama…
Ibu Selfi merasa senang karena BBM atau SMS Randy selalu mengingatkannya, “Bentar lagi jam 1, jam anak-anak pulang sekolah…”. Jadi Ibu Selfi tidak pernah telat menjemput anaknya sekolah. Yang ia tidak sadar adalah ia telah menyembunyikan dari suaminya sebuah BlackBerry yang bulan lalu dibelinya…

Pada suatu hari, ketika bersantai di rumahnya, dia dapat balasan SMS yang bikin dia sangat senang ketika mengirim SMS ‘Dah makan belum?’
“Duh… Kayak pacaran aja nih….,” balas Ibu Selfi.
“Habis teman-teman pd kirim pesan spt itu sih…,”katdia.
“Iya, mungkin mereka kan SMS-an ama pacar.”
“Iya kali yah,”kata Randy berlagak bego.
Tiba-tiba Ibu Selfi call… Dada Randy berdegup tak karuan… Ia langsung tutup pintu, pasang lagu yang oke dengan suara yang perlahan, pasang gaya yg pas di ranjang… Lalu..
“Hallo…,”sapanya renyah….
Pembicaraan pun mengalir lancar… Topik mengenai banyak hal… Pembicaraan di tutup dengan….
“Makasih iya, tadi dah ngingetin aku makan….”kata-kata Ibu Selfi terdengar renyah-manja.
“Hehe-iya…jangan lupa iya makannnya…,”balas Randy lagi sok akrab.
“Iya-iya…,sok perhatian kamu iya…”suara wanita itu manja.
“Iya deh…ga lagi…,”
“Hihihih…,”dibalas renyah.
Tiba-tiba perempuan paruh baya itu berbisik…
“Eh, udah dulu iya…ada suamiku pulang..”
“Eh, iya-iya deh, mmuuaahh…,”ucap Randy pelan.
Dia terdiam… Hatinya jelas senang.. Dan ketika pada saat terakhir dia berani ucapkan “mmmuuuaaahh” adalah karena wanita memberitahukan bahwa suaminya datang dengan cara berbisik. Dengan cara berbisik seperti itu, pikiran pemuda itu cepat menarik kesimpulan bahwa Ibu Selfi ini sudah ada dalam “jangkauan”, sehingga dia berani ucapkan “mmuuaahh”. Dengan wanita itu ada dalam “jangkauan” maka dia hanya tinggal merawat komunikasi dan merawat kesan, sesudah itu maka semua akan matang, itulah daalam benak Randy….!
Dan… Hanya lima belas menit kemudian sebuah SMS masuk.
“Mmmuuuaaahhh….” itulah isi SMS dari Ibu Selfi.
“Jangan dibalas..”SMS-nya datang lagi.
“Jangan lupa makan…,”SMS-lagi.
Tiga SMS yang masuk dalam rentang waktu 5 menit itu membuat hati pemuda itu terbang ke awan-awan…
Berulang kali SMS-SMS itu dibacanya dengan hati yang membuncah… Bahkan ketika matanya ngantuk berat hendak tidur pada malam harinya SMS-SMS itu masih dibaca lagi…
Esoknya di kampus, jam 10 pagi SMS dari Ibu Selfi masuk…
“Allow…,”sapanya. Hmm, pikir Randy, cara menyapanya telah membuatku yakin. Semua hanya menunggu waktu.
“Hai, honey,”balas Randy dengan berani,” lg apa nih? Aku lg di kampus, Bu… tau nggak aku lg ngapain?”
Dia tidak berminat membahas tentang kedatangan suaminya kemarin atau kenapa tadi malam wanita itu tidak sekalipun SMS memberi kabar. Jika itu dia bahas dia yakin wanita itu akan kehilangan selera.
“Oh iya… Aku baru selesai bantu masak nih… Emang kamu lagi ngapain?”tanya Bu Selfi.
“Aku lagi nunggu SMS darimu… He-he,”Randy mulai melangkah maju perlahan.
“Oh iyaaaa? Ma kasih dah menunggu,”balas Ibu Selfi.”Emang kenapa nunggu SMSku?”tanyanya kemudian.
“Aku ga mau SMS atau call kamu duluan, sebelum ada SMS atau call-mu,”kata Randy sok memaklumi. “Padahal…dari pagi sampai detik ini dia kangeeeennn…!”lanjut Randy akhirnya. Dia ga lagi memakai “topeng”.
Dan…
“Sama. Aku juga kangen…,”balas Ibu Selfi.
Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Randy menjerit dalam hati. Sekali lagi ia baca isi SMS itu dengan penuh kesenangan….
Lalu SMS-SMS-an berlanjut dengan saling memberitahu. Randy memberitahu bahwa ia suka suaranya yang merdu-manja. Dia suka wanginya yang lembut ketika pertama jumpa dulu. Pemuda itu bilang bahwa dia suka tutur-bahasanya. Dia suka cara dia menunduk dan cara dia tertawa… Dia bilang pada Ibu Selfi bahwa ia suka cara dia mengalihkan pandangan…
Pokoknya pemuda itu tidak pernah menyebut sensualitas dan kebahenolan tubuhnya. Dan wanita itupun senang dengan semua pujian itu…
“Hihihi..gombal!”tukas ibu Selfi kemudian dalam SMS. Tapi buru-buru wanita itu pun mengirim lagi SMS,”and I like it!”
Dan wanita itu bilang bahwa dia suka dan sekaligus benci dengan mata pemuda itu. Dia bilang dia suka dengan cara pemuda itu memandangnya. Dan dia bilang dia suka karena ketika berbicara mata pemuda itu selalu tertuju pada matanya. Ibu Selfi suka dengan SMS lucu Randy yang tidak norak. Ia suka berbagi cerita-cerita dengan pemuda itu. Ia suka dengan keluhan-keluhan khas anak mudanya. Ketika wanita itu selesai menjelaskan itu semua, Randy mengirim SMS padanya. “Mmmuuaahhh!”
“Mmmuuaahhh!”demikian balasan Ibu Selfi.
“Mmmuahhhhhhhhhhhhhhhhh….1000 kali,”pemuda itu melanjutkan SMSnya. Randy tidak lagi ragu-ragu. Ia kini dengan mantap menyongsong sebuah cerita yang akan dijalaninya.
“Cup-cup-cup-mmmuuaaahhh! Sejuta kali”nampaknya Ibu Selfi pun sudah tidak peduli dunia.
Huhhh, pemuda itu begitu terangsang dengan Ibu Selfi ini. Kontolnya langsung tegang maksimal.
“Hmmm, ma kasih,”dikirimnya SMS dengan sabar.
Lalu ketika dia yakin wanita itu sudah membaca SMS itu, kembali dia kirim lagi SMS,
“Mmmuahnya yang sejuta itu di mana aja, Bu?”tanya Randy. Pemuda itu sepenuhnya dikendalikan birahi.
“Maunya di mana sayang?”Ibu Selfi membalas SMS menantang. Ibu Selfi tidak pernah berpikir panjang atau merenungkan semua rangkaian perhubungannya dengan Randy. Ia begitu terpesona dengan gairah muda dalam tubuh anak muda itu. Pemuda itu seperti mengungkit getar-getar masa muda yang pernah dilaluinya dahulu kala. Dan ketika suatu saat ia pernah menyadari, Ibu Selfi hanya tersenyum nakal di depan cermin. Ia hanya memandangi dengan sepenuh perasaan wajah pemuda itu dalam foto di ponselnya. Ibu Selfi dalam kesendiriannya siang itu memandangi foto wajah Randy dengan penuh nafsu-birahi.
Membaca SMS yang masuk itu, kontol Randy hampir muncrat. Lalu dia langsung bergegas ke toilet kampus. Bukan mau onani. Tetapi dia ingin SMS-an dengan Ibu Selfi ini dengan leluasa, tentu saja sambil meremasi kontolnya yang menegang.
“Di leherku…dan..,”Randy mengirim SMS segera dengan kalimat tanggung.
“Muahhh di lehermu…!”balas Ibu Selfi.
“Mmmuuaahh…di lehermu juga,”pemuda itu betul-betul terangsang.
“Owh! Lagi…lagi…,”Ibu Selfi menunjukkan birahinya dalam SMSnya.
“Cup-cup-cup…mmmuuaahhh…di lehermu, pundakmu, dan di bahumu…!”
“I like it dear…more and more…!”.
“Bu Selfi, I want you!”kata Randy tegas dalam SMSnya.
“I want you too, say,”Ibu Selfi membalas SMS.
“Aku ingin memeluk tubuhmu erat sayang…,”SMS Randy makin maju.
Ibu Selfi lalu menelepon. Ketika Randy menjawab call-nya, tanpa menunggu lama wanita itu langsung saja….
“Muah-muah-muah…cup-cup-cup-muah-muah…,”begitulah wanita paruh baya itu melepaskan birahinya pada anak muda itu.
“Muah-muah-muah…oohh-oohh-cup-cup-cup-muah-muah…,”Randy membalas dengan keliaran khas anak muda.
“Hehe…,”Ibu Selfi tertawa renyah-manja hampir seperti rajukan dalam telepon.
Dan pemuda itu langsung mengecupi suara tawanya itu. “Mmuuaahhh…Cup-cup-cup-mmmuuuahhhhhh-mmmuuaahh,”

Pencarian terkait:

vidio boke, selfi bugil, sukahentai 3D, paruh baya lover, sukahetai, komik sukahentai, bbw cina, ngentot lewat bbm, sukahentau, cergam ngewe
Uncategorized