Kunjungan Ke Malibu Spa Cakung

Be lagi dimana? Sapa seseorang di BBM ku pagi itu.

“Dirumah A.” Jawabku.

“Horny aku bee.” Balasnya

“Ya udah aa jalan-jalan ke taman jompo aja, sapa tau ada yang cocok. Ahahhahahaaa.” Jawabku sambil bercanda.

“Ah kamu mah. ” Balasnya.

“Minta fto lah, lagi sange ini. Temen aku juga sama lagi sange.” Balasnya.

“Fto apaan? Hahahahhaaa…” Aku tertawa lepas sambil aku memberikan fto kedua pahaku yang besar dan berbulu tipis.

“Uwah, ayo lah ketemu. Temenku ini mau diajak 3some ma kamu. Yuk? Jam 11 aku sampe ditempat biasa.”

“Oke a.” Jawabku singkat. “Aku mandi dulu ya.” Lanjutku.

Sebenarnya, pagi itu aku sedang tidak mood untuk bercinta, karna memang kondisi keadaanku yang sedang sedikit tidak baik. Tapi, aku ga mau membuat teman-teman yang aku segani itu kecewa.

Selesai bersih-bersih, mandi dan berpakaian, aku BBM temanku itu.

“A, aku mau ke ATM dulu ya. Aa beli air.” Kataku.

Yah tadinya berhubung kondisi ku ga fit. Aku berharap, alkohol itu bisa membuat tubuhku sedikit segar untuk menerima serangan-serangan mereka nanti.

“Ia, nanti aa cari ya. Kalo ga ada gimana? Jawabnya.

“Beli air adem sari aja. Hahhahahahhahahaaa.” Jawabku.

Entah kenapa, setiap berbincang dengan orang sekotaku, sesuku ku. Aku selalu saja senang membuat lelucon yang garing.

“Adem sari cingqu ya? Hahahahaha.” Balas temanku.

Aku menuju ATM, mengambil benerapa lembar uang untuk persediaan ku dijalan. Lalu aku BBM temanku.

“A dimana?”

Tak ada jawaban karna ternyata BBM nya hanya ceklis.

“Ah…” drsahku, menandakan sedikit kekecewaan.

Aku membuka aplikasi Whatsapp ku.
Dan kutanya lagi hal yang serupa disana pada temanku itu. Tapi tetap saja hanya ceklis 1 garis, yang artinya tidak terkirim.

Aku telepon saja deh, fikirku.

Akhirnya aku meneleponnya.

“A dimana?” Tanyaku di telepon.

“Udah ditempat nih, di no 28. Tadi nyari air dulu tapi ga ketemu-ketemu. Maklum kayanya lagi ada rajia karna Persib mau main.” Jawabnya panjang lebar.

“Oh, yaudah sms ya no ruangannya. Takut lupa.” Kataku meningatkan nya.

Lalu kututup teleponnya.

Aku berjalan menuju angkot, memasuki angkot untuk menuju tempat tujuan.

Deeerrrrr… Getar HP ku terasa. Aku melihat dilayar HP ada 1 pesan whatsapp datang. Kubuka.

“Aku di no 28 ya.” Isi pesan whatsapp itu.

“Ok. Tunggu a, bentar ko.” Balasku.

Tak berapa lama, aku sampai ditempat tujuan. Aku masuk kedalam tempat yang ditandai gapura besar. Yah, halaman hotel langgananku. Hotel yang memang terkenal sangat aman untuk melakukan hal-hal yang nikmat walau dilarang agama.

Aku menghampiri salah 1 pegawai di hotel itu.
Dan bertanya soal ruangan no 28 tepatnya dimana. Dia hanya memberikan arahan jalan nya saja. Aku pun hanya manut berharap menemukan kamar itu.

Ku lewati pos penjaga, melihat ke arah salah 1 penjaga keamanan yang bertubuh tegap dan tinggi. Dia tersenyum penuh arti. Aku membalasnya dengan senyuman biasa. Ah, jangan dulu lah untuk kenalan-kenalan dengan yang seperti itu. Fikirku.

Lalu aku berjalan sedikit berkeliling, dan hah! Aku tersesat. Yup, hotel ini memang sangat luas, ditambah memang sedang ada renovasi besar-besaran.

Akhirnya aku melihat salah 1 pegawai lagi yang sedang istirahat didalam kamarnya. Aku menyapanya dan bertanya ruangan yang ingin aku datangi.

“Oh, disebelah sini teh.” Katanya sambil mengantarku ke arah ruangan itu. Ditengah perjalanan, aku melihat ada seekor anjing golden. Aku tertarik dan malah bermain sejenak dengan nya.

Kami berjalan kembali.

“Namanya siapa a?” Tanyaku pada pegawai itu.

“Saya anton teh. Hehehe…” Kata pegawai itu sambil cengengesan.

“Bukan aa, tapi anjing tadi” Jawabku lurus.

“Oh, hehe… Itu Moli teh.” Jawab nya. Terlihat dia menunduk seperti malu. Ini teh jalannya, itu ada nomber-nombernya.” Lanjutnya memberi arahan.

“Oh, makasih ya a.” Kataku.

Aku lalu melihat nomber-nomber di depan pintu setiap ruangan. Dan, deg! 28 di hadapanku, dengan pintu sedikit terbuka.
Hemmm, oke, persiapkan diri dulu.

Ku ketuk pintu nya. “Room service.” Kataku bermaksud bercanda lagi.

Aku masuk kamar, lalu melihat 1 laki-laki sedang duduk di sebuah kursi, dan 1 lqgi sedang tiduan memainkan hp nya fiatas kasur. Aku lalu duduk diatas kasur. Senyum-senyum ga jelas.

“Aku benerkan? Ga salah kamar kan?” Tanyaku.

“Nih sidik-sidik aja. Sama ga wajahnya?” Kata salah 1 temanku yang duduk dikursi. “Tuh kenalin, namanya Titit (samaran).” Lanjutnya memperkenalkan temannya yang kata dia, si titit ini jago diranjang dan suka cwe bertubuh bongsor seperti ku.

“Hihihi.” Hanya itu jawabanku.

Kami ngobrol basa basi terlebuh dahulu, Aa sedikit membully temannya itu. Katanya Titit daritadi ingin segera bertemu aku dan mencoba aku.

Lalu tanpa komando lagi, aku tiduran dikasur, Titit pindah duduk dikursi, dan aa menghampiriku, membuka celananya, meminta di BJ.

Tanpa ragu, aku segera memBJ nya. Membuka celana dia dengan cepat. Sperti biasa, aku ingin memberikan service BJ yang nikmat pada pasangan-pasangan sex ku.

“Hmmmmmm…” Aku menjilati kontolnya dari atas sampai bawah dengan posisi terlentang dan si aa bertumpu pada lututnya.

“Buru Tit, kita mainkan.” Kata si aa ngajak si Titit.

Aku dan aa akhirnya merubah posisi.

Aku duduk dilantai, di aa tiduran dikasur dengan posisi kaki mengangkang lebar.
Hmmm, posisi yang sempurna. Terlihat semua kontol si aa.

Aku jilati kembali, ku jilati kepala kontol si aa. Aghhh enak banget. Aku benar-benar suka pekerjaan memblow job ini. Apalagi kontol si aa yang pas ukurannya. Aku lalu masukan kontol si aa kedalam mulutku, kukosok didalam mulutku, ku hisap, kumainkan lidahku pada kontolnya. Si aa mulai terasa menyukainya. Jilatanku lalu turun kebawah, ke bagian 2 buah zakqrnya. Kuciumi, kujilati.

“Aghh, Be geli hhahaa.” Katanya, sedikit menjauhkan kepalaku dari buah zakarnya.

Tanpa memperdulikan protesnya, aku terus melanjutkan pekerjaanku itu. Makin sinih aku semakin menunduk. Ku buka pahanya lebih lebar lagi, aku menyusup diantara kedua belahan pantatnya, aku merubah posisiku menjadi jongkok. Aku keluarkan lidahku untuk menjilat anus si aa.

Sssrruuuppp… srruupppp… kujilat beberapa kali.

“Aaghhh, ya bee…” Terdengar si aa sedikit mendesah. “Terus be.” Katanya.

Titit akhirnya mendekatiku, aku langsung menungging, kami ber tiga mengatur posisi. Aa masih tetap aku sepong kontolnya dengan posisi dia terlentang dikasur. Dan Titit akan akan melakukan penetrasi langsung kedalam memekku. Tanpa dibasahi terlebih dahulu.

“Wew, udah berdiri ajah tu kontol.” Kata si aa ke Titit.

Kamipun tertawa sejenak.

Aku menungging lagi, si Titit memegang pantatku, lalu aku bilang kalaubaku ga suka dijimek, jadi langsung saja masukan kontolnya kedalam memekku. Terdengar titit tertawa pelan. Lalu Titit berusaha memasukkan kontolnya kedalam memekku tapi sedikit susah. Maklum, aku kan gendut, jadi pasti agak susah karna terhalang pantat dan pahaku.

Sambil nyepong, aku bantu kontol Titit untuk bisa masuk kedalam memekku. Tap.tetap susah.

“Basahi dulu be.” Kata si Aa.

Titit tidak banyak bicara, dia hanya tersenyum tersenyum. Entah apa yang ada difikirannya terhadapku. Mungkin kecewa, ternyata mendapatkan lawan main yang tidak cantik sperti ku. Hahhahahhhaaa… Tapi, ah lupakan saja. Yang penting memekku sekarang sudah mulai ingin ada yang menggesekknya.

Aku terus membantunya memasukkan Kontolnya. Dan akhirnya, blessss masuk juga. Titit segera memompa kontolnya keluar masuk memekku.

Ughh, enak juga rasanya. Kayanya ampe mentok. Tak lama kemudian, aa minta ganti posisi. Kami akan melakukan DP, aliad double penetrasi. 2 kontol didalam 1 lubang memek.

Titit terlentang. Aku mengarahkan kontolnya kedalam memekku dengan posisi aku diatas nya. Dan blessss sangat gampang untuk masuk. Titit mwnggoyangkan pinggulnya.

“Ah, jangan goyang, biar aku yang goyang.” Kataku. Yah, selalu aku ingin mendominasi permainan.

Aa lalu berdiri disampingku, menyodorkan kontolnya kearah mukaku. Aku kalu menjilatnya, mengulumnya didalam mulutku. Dengan keadaan sdikit tidak fit. Aku terus focus bergoyang, mengulek kontol Titit yg ada didalam memekku.

Ughhh sumpah enakkkkk.. Mentok gitu.

Lalu aa merubahbposisinya, dia berdiri dibelakangku lalu memeluk punggungku, dia berusaha memasukkan kontolnya kealam memekku yang sedang penuh oleh kontolnya titit.

Aghhh susah rasanya. Tapi kami tidak menyerah. Kami malah tertawa sejenak. Akhirnya masuklah kedua kontol itu didalam lubang memekku.

Aa menggenjot dengan semangat kontolnya, yang ternyata mengakibatkan aku dan Titit juga ikut bergoya tanpa harus bergerak sendiri-sendiri.

Tapi tiba-tiba…

“Udah, stop, stop.” Kata titip. AKhirnya dia berbicara juga.

“Kenapa?” Tanyaku sambil menatapnya.

“Aku keluar.” Jawabnya.

Ahahahahahahahhahahaaa… Kami tertawa kembali bersamaan.

Tapi tidak lama, si aa lalu terlentang. Aku mengelap memekku terlebih dahulu dengan handul yang ada disana.

“Bentar. Masih basah.” Kataku.

Lalu aku menaiki tubuh si Aa. Kukangkangi kontolnya dengan memekku. Dan tanpa ada halangan. Itu kontol masuk bebas kedalam memekku.

“Aaghhhhh…” Desahku.

“Goyang Be, ke atasan dikit posisinya. Ya, ya gitu bener. Ughhh goyangnya maju mundur aja.” Kata Aa memberikan intruksi padaku.

Aku mengikutinya. Si aa memainkan payidaraku yang masih terbungkus beha. Kayanya dia kesusahan untuk membukanya, tapi aku membiarkannya saja. Aku focus pada rasa enak pada memekku dibawah sana.

“Aaghhh, a… ehhh..” desahku.

“Ya bee gitu bee…”

Mungkis ada sekitar 5-8 menit aku menggoyangnya. Dengan tangan bertumpu pada pinggir dekat dadanya. Tiba-tiba saja si aa mengajak bareng untuk orgasme.
aku tidak membalasnya karna aku memang seang focus ingin menikmati dan mendapatkan orgasme pula.
Tapi kenyataannya.

“Aahhhh keluar Beee.” Kata si aa sambil berusaha menghentikan goyanganku.

Hah? Apa? Keluar? Aghhhh TIDAAAKKKKK… Aku belum apa-apa. Fikirku.

Tapi, ya sudahlah. Mungkin mreka lelah.

“Aduh bee, kram ini dada nya, karna tadi kamu teken.”

“Ah? Masa a? Maaf, td ga focus ke sana. Karna takut keduluan aa. Ahhahahahaaa..” Kataku.

“Iah tapi ini sakit.” Katanya sambil memegang rusuk sebelah kanannya.

“Biarkan jangan dilawan nanti tambah sakit.” Kataku.
Karna aku kasihan, aku lalu aku mengurutnya pelan.

“Aaghhh sakit bee.” Jeritnya.

Akhirnya urutan ku berhasil membuat si aa terlepas dari kram nya.

Aku dan aa masih telanjang sambil mengobrol kesana kesini. Sedangkan Titit memainkan ponselnya terus dan memakai pakaiannya. Alasannya dingin. Padahal aslinya gerah abisssss…

Sekali lagi, entahlah apa yang ada difikiran lelaki itu.

Aku tatap lelaki itu lekat-lekat. Tampan juga, dengn postur tubuh atletis. Lalu aku mengobrol lagi dengan si aa.

Tak berapa lama. Kami memulai lagi pertempuran rounde ke 2.

Aa minta dispong dulu olehku. Alu sperti biasa berusaha mwmberikan service yang terbaik.

“Tehnik nyepong km udah hebat, kaya si tiiiiiittt (disensor karna menyebutkan nama seseorang yg jago nyepong katanya.) Ughhh bener-bener hebat.” Kata aa.
Aa memang suka terdengar memuji gaya BJ ku. Dan aku menyukainya. Karna berarti aku benar-benar terpakai di hal yang aku sukai.

Aa lalu bilang, dia pingin dogy style. Dan Titit sekarang kebagian aku sepong.

Oke. Tak masalah, fikirku. Titit rebahan didepanku yang sedang menungging. Oh… Aku sedikit kaget. Aku baru sadar kalau kontol titit tipe kesukaan ku. Panjang dan kecil. Pantas daritadi terasa enak.

Aku lalu mulai menjilati kontolnya. Aahhh.. aku suka banget kontolnya. Ku hidap kepala kontolnya sambil ku kocok batang nya.

“Emmmmmm.. aahhh..”

Aku mulai menjilati kebawah menuju analnya. Aku jilat lubang anus nya. Aku cucuk pakai lidahku. Emmm enakkk… rasanya manis. Aneh. Hahahahahaaa…

Dan dibelakamg sana, ada Aa yang sedang berusaha memasukkan kontolnya kedalam memekku.

“Masih aja keset susah, padahal udah rounde ke dua.”

Terdengar olehku sperti gerutu yang dikeluarkan oleh Aa. Aku cuexkan saja karna ingin focus memberi kenikmatan pada kontol nya Titit.

Dan terasa dimemekku ada sebuah benda tumpul masuk kedalam lubangnya.

“AAAGGHHHHH…” Teriakku terhentak.

Hentakan kontol aa sangat kuat. Dan ceoat sekali. Dia terus memasuk keliarkan kontolnya didalam memekku. Terdengar pula dia mendesah.

“Aghh tuh, kalo nungging aku suka lama.” Kata si Aa.

Dengan keadaan disodok kencang. Aku jadi ga focus pada kontol nya Titit. Aku hanya mendesah-desah kenikmatan..

“Aaghhh, sumpah ini enaaakk…” Kataku dalam hati.

Bibirku terbuka sedikit. Dan itu tidak disia-siakan oleh Titit. Dia memasukka kontolnya kedalam mulutku. Sedikit menjambak rambutku dan menggoyangkan pinggulnya.
Aku yang tiba-tiba mendapat serangan seperti itu, hanya bosa pasrah dan menahan rasa mual ditenggorokan.

Ya, tenggorokanku ini pendek. Bahkan lidahku saja pendek. Sedangkan kontol dia termasuk panjang.
Titit asyik dengan mainan barunya. Ya, mulutku yang dimasukkan kontolnya. Dia berulang kali membuat aku melakukan deepthroat. Ditambah genjotan yang datang dari aa di memekku.

Benar-benar kenikmatan yang gakan aku lupakan. TApi, Aku akhirnya merasa tak sanggup lagi, lalu ku lepaskan sepongannya. Dan sedikit berbicara manja.

“Agghh udah, tititmu panjang ih. Susah.” Kataku.

Aa melihat kejadian itu lalu menyudahi posisi itu.

Kami akhirnya berusaha melakukan posisi DP lagi. Tapi dengan bersusah payah. Maka karna susah, kami mengganti posisi. Aku terlentang, dan aa mengambil posisi disebelah kiri kepalaku sambil bertumpu pada lututnya. Dia memintaku menyepongnya.

Aku menggila, aku menyepong dia sperti biasa, sampai ke anus nya. Ahhhhhh.. ini benar- benar nikmat. Lwlu, Titit bergabung mendekati kepalaku. Dia brada diposisi sebelah kanan. Aku, wajahku dihadapkan oleh 2 kontol yang sedang mengocok. Aku jilat bergantian. Menunggu mereka mengeluarkan spermanya di mukaku.

“Tit, susunya satu-satu. Aku yang ini.” Kata aa sambip meremas payudaraku yang sebelah kiri.

Lama mreka mrlakukan HJ sendiri tapi tidak berhasil klimak juga.

Akhirnya aa pindah mengangkangiku. Dia membuka pahaku lebar-lebar.
TItit pindah kesebelah kiri kepalaku. Aku spong dia. Dan sekali lagi, maaf kan aku Titit. Aku ga bisa mneyepong kontolmu dengan benar karna si Aa menggenjotku dengan cepat. Dan sumpah, itu enaakkk banget. Pahaku dibukanya lebar-lebar, lalu di satukan dan di senderkan di bahunya.

“Ah iya kan tit? Kataku juga apa?”

Aku mendengar Aa berbicara yang sedikit aku ga mengerti pada Titit.

Titit hanya terlihat tersenyum. Mreka seperti menggumam atau mengobrol dengan sdikit bisik-bisik yang aku ga mengerti artinya.

Tapi aku tak memperdulikannya. Karna ughhhhh saat itu, benar-benar nikmat. 10menit spertinya kami melakukan posisi itu.
Dan terdengar si aa mendesah desah.

“Aaghhh, aku mau kluar.” Katanya. Sambil mempercepat goyangannya.

Anjrrrriiittttt… Itu enaakkk….

Dan “Aaghhhhhh” Aa akhirnya mengeluarkan sperma nya juga didalam memekku. Itu teraa nikmat walau akj belum mendapatkan klimak juga.

Kontolnya dikeluarkan dari memekku. Dan aku terduduk. Melap memekku lagi.

Aku minta titit untuk berbaring. Dia duduk setengah berbaring.
Ok. Kita mulai perjalanan yang enak ini. Fikirku.

Dan “Aghhhh, kontol panjang itu masuk ke dalam memekku.”

Astagaaa, ini lebih nikmat. Aku menggoyangnya kedepan kebelakang tanpa mengangkat pantatku. Gesekan itil ku dengan batang kontolnya bikin aku benar-benar belingsatan.

Aaghhhh ini nikkmaaattttt…

Aku lalu tiba-tiba khawatir. Aku takut kenikmatan ini tidak membuahkan klimak untukku. Lalu akhirnya aku berusaha untuk kembali focus pada genjotanku.

Titit membantuku bergoyang juga.

Aku dengan gerakan gesekannku, dan Titit dengan gerakan menekankan pinggulnya keatas sampai mentok.

Oohhhh sumpaahhhh, aku benar-benar tidak ingin mengakhiri pertempuran itu.
Dan aku benar-benae merasakan setiap inco gesekan dari kontol Titit didalam memekku.

Ini benar-benar nikmat…

“Aaghhhhhh, aghhhhh, a enak.” Kataku sedikit berbisik.

Dan tiba-tiba, titit menjadi liar, dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat.

Oh, ohhh tidaakkk, dia sepertinya akan klimak.

“Aahhh please jangan dulu Tiiiittt, tahaaannn.” Teriakku dalam hati.

Aku tidak berani memgungkapkannya. Aku benar-benar merasa segan terhadap dia.

Tapi akhirnya, titit melepaskan juga pejuh-pejuhnya didalam memekku.

Aku terdiam. Lalu mengangkak tubuhku dari pangkuannya.
Melepaskan memekku dari kontolnya.

“Aghhh, aku belum.” Kataku lemas tapi tetap berusaha tersenyum.

Spertinya pertarungan terakhir itu cukup lama juga. Mungkin 15menit kami melakukannya.

Titit tertawa kecil. “Ah keceplosan aku. Ga bisa nahan. Hehe.” Katanya.

Aku teriam.

Titit turun dari kasur. Berdiri.

Aku turun dari kasur dan terjatuh karna lemas. Dadaku trasa sakit dan berdegup kencang. Juag mual sekali. Ingin muntah rasanya, tapi kutahan.

“Aagghhh tadi enakkk tapi aku kentang lagiiiiiii… ” kataku sedikit teriak. Aku duduk dilantai sambil menyender pada kasur.

Titit yang sedang berdiri terlihat ingin muntah.
Dia mual juga seperti aku.

“Wahahahahahahahaaa, kalian sampai muntah.” Kata Aa menertawakan. “Lemes, kaki gemeter. Apa bisa mengendarai motor?” Kata si Aa pada Titit.

“Aku juga lemes. Tapi bisalah.” Jawabnya.

Akhirnya kami bersih-bersih dan berpakaian lagi. Kami pun akan pulang. Tapi sebelumnya, aku sempet memuji kontolnya titit.

“Tit. Sumpah, kontol kamu enak banget. Kapan-kapan boleh ya aku mencobanya lagi?” Kataku. Dan di balas senyuman oleh Titit.

“Dia memang idola para binor be.” Kata Aa sambil tertawa.

Hhihihiii… Aku suka kontolnya titit. Bukan orangnya. Tapi tititnya.

Karna hampir lamanya pertarungan. Aku sama sekali ga berani menatap wajahnya. Entahlah. Aku ga berani membaca fikirannya. Padahal biasanya aku suka membaca fikiran orang yang ada didekatku.

Cuma yang kurasakan. Sepertinya, dia kurang menyukaiku. Atau mungkin hanya malu.. Biarlah.

Kentang ini, akan menjadi kentang terlucu buatku.

Pencarian terkait:

bawok jembel, janda selingkuh bugil, tempik surabaya, id bee janda, foto bawok jembel, bawok njembel, lonte cakung, bispak high class bugil, malibu spa cakung, id bee talk stw
Uncategorized